Masripah, Masripah (2025) Sang Pusaka Raja Tumpang. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
|
Text (Buku Cerita Anak)
Sang Pusaka Raja Tumpang.pdf - Published Version Copyright All Rights Reserved Download (29MB) | Preview |
Abstract
Di Desa Lepasan Atak dan Kawang menemukan bilah lading pusaka Raja Tumpang di gudang Kai Jilah seorang pandai besi tua. Kai Jilah menceritakan bahwa lading itu dibuat bukan untuk berperang, tapi sebagai simbol pelindung. Anak-anak itu bersemangat mencoba membuat ulang lading dengan cara tradisional. Mereka mencari bahan besi dan membuat tungku sederhana dengan teknik uap dan api besar. Logam dilelehkan dan dituangkan ke cetakan tanah liat lalu ditempa dengan sabar. Gagang lading dibuat dari kayu salung yang kuat dan harum. Setelah selesai, lading berkilau dan memantulkan api kecil tanda niat tulus. Atak dan Kawang belajar bahwa tradisi leluhur mengajarkan keberanian dan kebijaksanaan. Mereka berjanji menjaga dan melestarikan warisan budaya Bakumpai. Desa Lepasan pun hidup kembali dengan semangat belajar dan melestarikan budaya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Additional Information: | Cerita Anak Dwibahasa |
| Uncontrolled Keywords: | Cerita bergambar |
| Subjects: | Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bahasa Indonesia Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Cerita anak Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Literasi Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bahasa Daerah |
| Divisions: | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa > Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa > Balai Bahasa Kalimantan Selatan |
| Depositing User: | perpus dikbud |
| Date Deposited: | 18 Mar 2026 08:22 |
| Last Modified: | 18 Mar 2026 08:22 |
| URI: | http://repositori.kemendikdasmen.go.id/id/eprint/35216 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
